Staycation di Nikko Hotel Tanjung Benoa Bali

Nikko Hotel Tanjung Benoa Bali menjadi pilihan tempat menginap 3 malam terakhir kami di Bali.  Hotel bintang 5 ini terletak di Tanjung Benoa. Pantai dengan water sport activity yang cukup lengkap di Bali.  Kami memilih hotel ini karena letaknya yang di pinggir pantai. Dari review-review di google sih kita bisa melihat keindahan sunrise dari hotel ini. Tapi sayangnya, pas kami menginap langit tertutup mendung. 3 malam disini kami lewatkan tanpa melihat indahnya sunrise di setiap pagi. Walaupun kami melewatkan sunrise di hotel karena cuaca mendung, tetapi masih banyak aktivitas lain yang bisa kami nikmati. Banyak spot spot indah di area hotel yang bisa memanjakan pengunjung mulai dari kolam renang yang asri, kolam ikan koi yang cantik, hingga pantai pasir putihnya yang menawan.

 

Menu sarapan di hotel ini juga cukup lengkap, mulai dari makanan nusantara, wetsern food dan bahkan japanese serta chinese food available. Bagusnya lagi, menu makanan non halal seperti pork atau daging babi sudah dipisahkan tempatnya dan terdapat notifikasi yang jelas sehingga pengunjung muslim seperti kami bisa menghindarinya. Dari segi rasa, hidangan yang di sajikan cukup pas dengan lidah kami yang dari jawa tengah. It’s delicious enough buat kami. Namun sayangnya di hari pertama kami menginap ada sedikit incident di restonya. Kami yang sudah membayar additional breakfast untuk anak di resepsionis ketika check in , di stop oleh petugas di depan resto karena kami datang bertiga. Seperti tidak ada koordinasi antara pihak front office dengan resto. Sayangnya juga bukti pembayaran di resepsionis kami tinggal di kamar .  Setelah sedikit berdebat dan dilakukan pengecekan ke resepsionis akhirnya kami bertiga diizinkan untuk masuk resto…uhmmmm. Sedikit membuat kecewa, tapi ya kami tahu mereka hanya menjalankan tugas. Saran buat Nikko hotel, mungkin lebih diperbaiki lagi koordinasi antar departmen. Kalau memang tidak bisa ya lebih baik resepsionis tidak usah menerima pembayaran additional breakfast. Biarkan saja nanti tamu membayar additional breakfastnya langsung di resto.

Anyway, 3 malam kami di Nikko Hotel Tanjung Benoa Bali sangatlah mengesankan. Kamar hotel yang luas dengan banyak ruang terbuka hijau dan pantai pasir putihnya membuat kami betah untuk tinggal di hotel.

Banyak hal yang bisa kita lakukan di sekitar hotel. Bagi yang suka water sport, hotel ini cocok buat anda karena anda bisa menemukan berbagai jenis water sport di sepanjang pantai Tanjung Benoa dimana hotel ini berada. Access menuju hotel juga cukup mudah. Buat yang suka bermalas-malasan di hotel tempat ini juga cocok. Ruang terbuka hijau di hotel bisa kita pakai untuk bersantai, relax sejenak buat melupakan penat, mengistirahatkan badan sambil duduk santai di tepi pantai maupun di pinggir kolam renangnya.

 

See you Nikko Hotel Bali, terima kasih atas keramahan dan kenyamanan yang telah diberikan selama kami menginap disana. Hopefully kita bisa kembali lagi kesana dengan suasana yang berbeda yang tentunya lebih indah dari pengalaman kami sebelumnya. Recommended place buat staycation bersama dengan keluarga.

 

Dan ini adalah moment terakhir kami di Nikko Hotel sebelum kami melanjutkan perjalanan terbang kembali ke kota asal kami. Selamat tinggal Nikko Hotel, selamat tinggal Bali. Semoga ada kesempatan di lain hari untuk kami berkunjung kembali

 

#Happy Holiday#

Bermain Dengan Binatang di Bali Safari

Masih dalam rangkaian jalan-jalan ke Bali sebelumnya. Ini adalah hari ke-4 kami di Pulau dewata Bali. Kali ini kami memutuskan untuk mengajak Haikal ke Bali Safari. Ini adalah taman safari ke-3 yang pernah kami kunjungi. Mulai dari Taman Safari Bogor, Taman Safari Prigen, dan sekarang Bali Safari yang masih satu group. Kunjungan ke Bali Safari kali ini adalah kunjungan kami yang kedua. Sebelumnya kami pernah ke Bali Safari ketika Haikal masih TK. Saat itu Haikal masih agak-agak takut kalau berinteraksi langsung dengan binatang. Kali ini kami mencoba lagi datang kesini. Kami mengambil paket tiket Bali Safari yang plus makan siang dan pertunjukan Bali Agung. Tapi sayangnya karena kecapekan keling-keliling, kami tidak bisa menikmati pertunjukan Bali Agungnya. So sad, tapi kami tetap bersyukur ternyata haikal happy berinteraksi langsung dengan berbagai binatang.

 

Mengunjungi bali safari memang memerlukan extra tenaga. Apalagi kalau kita mau mengejar untuk bisa melihat semua pertunjukan binatang. Kita harus melihat schedule yang diberikan ketika beli tiket. Setelah itu kita harus bisa memanage waktu supaya tidak ketinggalan jam pertunjukan. Selain itu kalau kita tidak bisa memanage waktu bisa jadi tidak kebagian tempat. Sedikit beda dengan Taman Safari di Bogor dan Taman Safari di Prigen. Untuk melihat binatang di alam terbuka kita menggunakan kendaraan yang disediakan.  Kendaraan di parkir sebelum pintu masuk. Setelah itu ada shuttle bus yang akan membawa kita menuju ke lokasi. Kalau di Taman Safari Prigen dan Taman Safari Bogor, Mobil kita bisa masuk. Kita bisa berinteraksi dengan binatang dari dalam mobil kita.

 

Turun dari shuttle bus kita langsung ketemu lobby Barong. Di tempat ini kita bisa berinteraksi dengan ikan. Kalau jam kunjungan kita tepat, kita bisa lihat pertunjukan Piranha Feeding. Sayangnya kedatangan kami tidak pas. We missed this show dan akhirnya manyun tuh Haikal hehehe. Dari lobby barong, fisik kita mulai diuji. Kita musti jalan untuk menuju ke lokasi pertunjukan pertunjukan lainnya. Just check the schedule dan map nya ya. Pastikan kalian ada di lokasi pertunjukan on time supaya bisa dapat tempat kalau berkunjung pada saat peak season. Di dalam juga ada safari tour untuk melihat binatang dari berbagai belahan dunia. Tapi it just sight seeing dari dalam bus tanpa bisa berinteraksi langsung.  Buat yang ingin berinteraksi dengan binatang secara langsung, ada beberapa spot disediakan untuk animal feeding.  Kita hanya perlu untuk membeli makanana binatang yang disediakan pengelola. Setelah itu kita bisa memberikan makanannya langsung ke binatangnya.

 

Ada satu pertunjukan gajah menarik di Bali Safari. Walaupun ceritanya masih sama dengan kunjungan pertama, tapi masih masih cukup mengasyikkan. Pertunjukannya bercerita tentang ilegal logging di hutan. Pohon-pohon di hutan ditebangi untuk lahan perkebunan. Karena habitatnya rusak, akhirnya gajah-gajah pun turun ke perkampungan. Sekumpulan gajah mengamuk dan merusak perumahan penduduk.

Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Buat yang mau ke Bali, sepertinya Bali Safari bisa dimasukkan ke ittinerary . Apalagi kalau kita liburan bersama anak. Sudah pasti anak kita akan happy di sini. Setelah pertunjukkan selesai, kita juga diberi kesempatan buat berfoto dengan gajah-gajah talent pertunjukkan.

 

#Happy Holiday

 

Berburu Jajanan Tempo Doeloe di Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung

Mendengar kata pasar tentunya bukanlah sesuatu yang asing. Hampir di semua daerah kita bisa menjumpai pasar. Tapi pasar yang ingin kami ulas disini cukup istimewa. Bukan sekedar pasar kebanyakan yang sering kita temui. Karena keunikannya, banyak orang yang datang dari berbagai kota. Bahkan banyak wisatawan mancanegara yang datang ke tempat ini. Pasar ini diberi nama Pasar Papringan Ngadiprono.  Pasar ini terletak di Kabupaten temanggung. Daerah pegunungan dengan suasana yang sejuk. Untuk menuju ke Pasar ini tidak lah sulit. Kita bisa memanfaatkan google map untuk mencari jalur terbaik. Jalan menuju ke pasar ini juga relatif bagus dan beraspal mulus. Hanya saja, jalur dari jalan raya menuju ke perkampungan tempat pasar ini berada masih sempit. Cukup sulit bila simpangan dengan mobil dari arah berlawanan. Tapi jangan khawatir karena ada petugas yang berjaga di persimpangan. Ini untuk memastikan kendaraan pengunjung bisa lancar menuju lokasi.

 

Sampai di pinggir perkampungan, kendaraan kita akan diarahkan menuju ke sebuah tanah lapang. Di tempat lapang itu mobil kita diparkirkan dan kita harus berjalan kaki. Menyusuri jalan perkampungan dengan keramahan warga desanya. Dari tempat parkir jarak menuju ke pasar papringan ngadiprono sekitar 500meter. Cukup melelahkan buat yang tidak biasa berjalan. Semua kelelahan akan terobati dengan keindahan dan kesejukan lokasinya. Dari namanya “Papringan” buat orang jawa seperti kami sudah menduga kalau ini tidak jauh-jauh dari pohon bambu. Dan benar saja, setelah menyusuri jalanan desa kita menemukan rumpun pohon bambu. Saking banyaknya bisa hampir dibilang hutan bambu hehehe. Di sekitar rumpun pohon bambu itulah pasar ini berada. Berbagai makanan tradisional tempo doeloe digelar dan dijajakan. Ini menjadi sesuatu yang unik. Meskipun berada di bawah rerimbunan pohon bambu, kami tidak merasakan ada nyamuk. Ini karena rumpun pohon bambunya memang ditata rapi dan bersih. Oh iya, satu hal yang harus diingat. Pasar ini tidak buka setiap hari. Pasar hanya di buka di hari Minggu Wage dan Minggu Pon.

Keunikan yang lainnya adalah cara bertransaksinya. Bilah bambu dijadikan alat tukar di pasar. Begitu sampai kita bisa menukarkan uang dengan bilah bambu. 1 bilah bambu dihargai IDR 2,000. Kita bisa menukarkan berapapun banyak nya. Tergantung berapa banyak keperluan belanja kita. Tapi sayangnya sisa bilah bambu tidak bisa kita refund.  Jadi buat yang pengin jajan, pastikan berapa banyak uang mau dibelanjakan. Di pasar ini juga tidak disediakan kantong plastik.  Konsepnya eco friendly buat ngurangi sampah plastik hehehe. Buat yang mau belanja untuk di bawa pulang jangan lupa bawa kantong sendiri. Bisa juga beli keranjang belanja dari anyaman bambu buat naruh belanjaan kita. Berbagai jenis jajanan tradisional ada di sini. Selain itu juga dijual sayuran segar, serta kerajinan dan mainan tradisional. Harga barang yang dijual pun cukup terjangkau.

 

Satu keunikan lagi yang ada di pasar ini adalah para pedagang dan pengelolanya. Semua pedagang menggunakan pakaian tradisional adat jawa. Jadi seolah-olah kita sedang berbelanja di pasar pada zaman OLD hehehe. Dengan berbagai keunikannya, maka tak heran jika banyak yang penasaran untuk datang kesini. Kalau melihat plat nomor kendaraan, sebagian besar pengunjung dari luar kota Temanggung. Bahkan, banyak juga turis mancanegara yang datang. Untuk yang kangen dengan jajanan tradisional dan suasana pasar tempo doeloe, tempat ini bisa jadi pilihan.

 

#Happy Holiday

 

Hari ke-3 Menikmati Indahnya Pulau Dewata Bali

Ini adalah hari ketiga kami di Bali. Hari ini kami berencana naik kapal selam Bali Odyssey di Amuk Bay. Butuh waktu sekitar 1.5 jam dari The Lokha Ubud tempat menginap kami. Pagi-pagi kami sudah packing untuk sekalian check out. Rencananya kami akan pindah hotel setelah acara naik kapal selam. Perjalanan pun dimulai.  Ini sebenarnya di luar itinerary yang kami susun sebelum ke Bali hehehe. Pas di hotel kami buka-buka google dan menemukan acara menyelam ini. Karena sepertinya menarik dan Haikal pun senang, ya jadilah kami keluar dari rencana awal. Berdasarkan info di websitenya, ada 2x penyelaman sehari. Karena banyak peminatnya, ada baiknya pre-book tiketnya dahulu. Kami memesan tiket via Balitop Holiday. Pelayanan ramah dan harga cukup bersahabat. Cukup beruntung kami masih dapat tiket walaupun baru pesan malam sebelumnya. Dengan 630rb per orang sudah full dengan free barbeque lunch yang menunya sangat beragam. Tak terasa sampailah kami di Amuk Bay tempat kapal selam Bali Odyssey bersandar.  Pantainya cukup bersih, airnya tenang .

 

Sampai di lokasi, kami diminta untuk menimbang berat badan. Barang-barang diminta untuk dititipkan. Hanya diizinkan membawa barang-barang ringan dan tidak boleh membawa makanan. Tapi jangan khawatir kamera dan cell phone masih bisa di bawa. Tapi ati-ati, karena untuk naik ke kapal selam kita harus naik kapal kecil dulu. Kita harus melewati bibir pantai alias sedikit basah-basahan untuk naik ke boat kecil. Setiap orang diminta menggunakan life vest demi keamanan. Kalau bisa pakai celana pendek biar gak basah waktu mau naik ke boat. Satu tantangan lagi adalah ketika transfer dari boat ke kapal selam. Transfer dilakukan di tengah laut. Tapi jangan khawatir karena ada petugas yang akan membantu kita. Setelah semua penumpang naik ke kapal selam, kita diminta foto bersama di atas kapal selam. (Foto ini nantinya bisa di minta untuk di print dengan tambahan 100rb buat kenangan).

Tips buat yang mau naik Bali Odyssey, usahakan masuk kapal selam lebih awal. Tujuannya biar bisa duduk di baris depan.  Di depan bisa melihat pemandangan dalam laut lebih luas dari kaca depan kapal selam. Ini adalah pengalaman yang cukup menarik. Seumur hidup mungkin hanya ini kesempatan bisa naik kapal selam. Walaupun menyelamnya hanya sampai 45 meter, it’s really nice experience. Beragam jenis ikan bisa kita lihat sepanjang jalur penyelaman. Ada juga petugas yang menyelam di di luar submarine dan memberi makan ikan. Dengan begitu ikan-ikan akan banyak berkumpul di sekitar kaca kapal selam. Selesai menyelam kita akan kembali naik boat untuk menuju ke pantai. Setelah bersih-bersih, kita bisa mengambil lunch yang sudah disediakan. Berbagai menu seafood sudah disediakan. Ada ikan bakar, cumi, udang, kepiting dengan berbagai jenis masakan. Buat kami harga 630rb per orang cukuplah sepadan dengan service dan experience yang didapat. Oh iya, kitapun juga dapat sertifikat loh. Bukti kalau kita pernah ikut naik kapal selam hehehe

Selesai menikmati makan siang, kami berencana menuju hotel di daerah Tanjung Benoa Bali. Pilihan tempat menginap kami adalah Nikko Hotel . Dalam perjalanan ke Nikko Hotel, tidak sengaja kami menemukan tempat menarik dari google. Tempatnya kebetulan sejalur dengan perjalanan kami dari Amuk Bay ke Tanjung Benoa. Tempat itu adalah Balitopia & Flamingo Beach . Tempatnya cukup indah. Kita bisa menikmati berbagai flora dan fauna di taman Balitopia. Bisa feeding rusa, dan juga melihat berbagai jenis kupu-kupu yang cantik.

 

Puas sudah berkeliling melihat berbagi binatang dan tanaman yang tertata rapi di Balitopia. Saatnya kita bisa masuk ke Flamingo Beach Club. Tempatnya berada satu kawasan dengan Balitopia. Tiket yang kita beli sudah termasuk free entrance ke Flamingo Beach Club. Menikmati keindahan pantai sambil menyeruput minuman segar dan makanan. Tentunya dengan pemandangan dan tata ruang yang instagenik buat yang suka update status di medsos hehehe. Buat yang suka basah-basahan, jangan lupa bawa baju renang ya. Di tempat ini swimming suit wajib buat yang mau masuk ke kolam renang. Kalau pun tidak bawa, bisa kok sewa atau beli di tempat ini. Yang jelas jangan lupa foto-foto cantiknya. Karena memang tempatnya yang sangat instagenik di pinggir pantai. Selamat berlibur ya guys.

 

Tips buat yang mau Balitopia dan Flamengo Beach Club. Lebih baik beli tiket di platform pemesanan seperti Traveloka, klook dll. Harganya sedikit  lebih murah dibanding dengan kita beli langsung ke loket. Lumayanlah kalau kita kesananya rombongan. Kita tinggal menunjukkan bukti pemesanan di loket. Kemudian kita akan diberikan gelang untuk masuk ke Balitopia dan Flamingo Beach Club. Kita tidak kena minimum pembelian makan dan minum di Flamingo Beach Club jika memilih duduk di kursi. Tapi bila kita memilih duduk di Cabana atau Sun bed, ada minimum pembelian yang harus kita lakukan.

#Happy Holiday

Hari ke-2 Menikmati Indahnya Pulau Dewata Bali

Hari kedua di Pulau Bali kami ingin menikmati kemolekan flora dan fauna. Kali ini pilihan kami jatuh ke Bali Bird Park, dan Bali Zoo. Dua lokasi ini kami pilih karena tidak begitu jauh dari tempat kami menginap The Lokha Ubud. Kebetulan juga kedua tempat ini lokasinya berdekatan. Destinasi pertama kami adalah Bali Bird Park. Ini adalah kunjungan kedua kami di Bali Bird Park. Sebelumnya kami pernah mengunjungi tempat ini ketika Haikal masih TK. It’s really a nice place. Dari tempat parkir kendaraan, Bali Bird Park terlihat kecil. Melewati entrance gate, kita langsung disambut beberapa burung yang bebas berjalan dan terbang diantara pengunjung taman.

 

Di tempat ini kita bisa melihat koleksi burung dari berbagai belahan dunia. Kita bisa menyaksikan atraksi burung kakaktua yang pintar.  Ada juga atraksi burung pemakan daging yang terlatih mengikuti instruksi pawang. Kita akan diberikan brosure yang berisi jadwal atraksi di sini. Tinggal sesuaikan saja waktu kunjungan dan atraksi apa yang akan kita lihat. Walaupun namanya Bird Park, tapi tidak hanya burung yang ada di taman ini. Kita juga bisa menemui Komodo dan beberapa reptil di tempat ini loh. Buat yang mau ke Bali Bird Park perlu hati-hati juga ya. Jangan sampai kena kotoran dari burung yang bertengger di atas kita hehehe

 

Puas berkeliling Bali Bird Park, kami selanjutnya berpetualang di Bali Zoo. Tetap ingin menikmati eloknya flora dan fauna dengan view yang berbeda. Hanya diperlukan waktu 10 menit perjalanan dari Bali Bird Park ke Bali Zoo.  Berjalan memasuki Bali zoo kita langsung akan disambut beberapa Rusa jinak di sekeliling kita. Kita bisa membeli sayuran untuk feeding rusa yang kita temui. Berbagai jenis koleksi binatang ada di sini. Atraksi binatang dengan pawangnya pun disajikan untuk pengunjung dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Lihat jadwal show di brosur yang diberikan saat kita membeli tiket. Jangan lupa siapkan fisik untuk mengelilingi tempat ini hehehe. Di Bali Zoo ini ada dua blok terpisah. Blok pertama dan kedua bisa dijangkau dengan shuttle yang disediakan secara free oleh pengelola. Pilihan jenis tiket yang akan kita beli juga bermacam-macam. Kita tinggal menyesuaikan dengan budget dan planning kunjungan masing-masing.

 

Dari Bali Zoo, kami menutup perjalanan kami hari ini dengan makan siang yang mendekati sore hehehe. Pilihan tempat makan kami kali ini adalah Balai Udang Mang Engking. Tempat makan ini dekat dengan wisata Gua Gajah. Tempat ini menjadi pilihan kami karena nilai review di google yang memuaskan. Selain itu tempat ini satu jalur menuju hotel tempat kami menginap. Menu makan di Bale Udang Mang Engking cukup beragam. Rasa makanan nya cukup sesuai dengan lidah kami dengan harga yang bersahabat buat kami. Tempat makannya berupa saung-saung dengan kolam ikan di tengahnya. Kita bisa memberikan makan ke ikan-ikan yang di kolam sambil menunggu menu makan dihidangkan. Tempatnya pun cukup instagenik buat yang suka foto-foto.

 

Dan satu yang menarik perhatian Haikal di tempat ini adalah Kopi Luwak yang hadir dengan Luwak Aslinya hehehe. Kita bisa berfoto gratis dengan luwak yang sudah jinak dengan cukup membeli  kopi. Here are the pictures.

 

 

#Happy Holiday

Hari ke-1 Menikmati Indahnya Pulau Dewata Bali

Bali..pulau indah yang banyak orang ingin kunjungi. Tak heran jika dijuluki dengan sebutan Pulau Dewata. Banyak tempat yang menarik buat dikunjungi. Mulai dari wisata alam, wisata religi dan wisata buatan. Untuk menikmati semua objek wisata di bali rasanya sebulan pun tidaklah cukup. Liburan kali ini kami menginap 5 malam di Bali. 2 Malam di The Lokha Ubud dan 3 malam di Nikko Hotel Tanjung Benoa.

Sampai di Bali di siang hari sambil menunggu waktu check in hotel, kami langsung menuju ke Tanah Lot. Menikmati indahnya pura dengan deburan ombak laut sambil bermain pasir pantai menjadi tujuan kami. Sebenarnya kami ingin juga melihat pertunjukan barong di tanah lot. Rencana ini kami batalkan karena masih harus menunggu lama untuk menanti jam pertunjukan.

 

Puas bermain di tanah lot dan menikmati indahnya pemandangan, kami langsung menuju hotel di kawasan Ubud. Di tengah perjalanan kami mampir ke Segara Bambu Resto yang kebetulan satu jalur menuju hotel kami. Recommended resto yang kami peroleh dari hasil googling di jalur perjalanan Tanah Lot – Ubud. Dan ternyata memang penilaian yang ada di internet tentang resto ini tidak bohong. Sampai di lokasi resto, kami cukup kaget dengan suasananya yang asri dan banyak nya pengunjung. Mungkin ini menjadi salah satu bukti kalau resto ini memang berkualitas dan recommended. Di dalam resto banyak spot foto instagenik. Rasa makanannya pun cukup enak di lidah dan harganya tidak menguras isi kantong.

Suasana Segara Bambu Resto

Main di pantai sudah dan perut pun kenyang pula. Tiba waktunya mengistirahatkan badan dan tujuan kami adalah The Lokha Ubud resort. Resort bintang ini berada di areal persawahan dan bukit yang hijau. Jalan di depan resort cukup sempit sehingga cukup sulit apabila ada simpangan mobil. Namun demikian pemandangan indah akan dapat kita jumpai disekitar resort. Sampai di depan resort kita disambut patung gajah besar yang menjadi ikon resort ini. Suasana resort yang asri dan sejuk membuat istirahat kami cukup tenang dan nyaman. Di pagi hari kami baru menyadari bahwa resort ini ternyata dekat dengan Bukit Campuhan. Tempat ini terkenal dengan Ridge Walk nya. Di pagi dan sore hari kita akan menemui wisatawan domestik dan asing berjalan kaki di depan resort menuju bukit Campuhan.

 

 

It’s time to take a rest. Besok akan kita lanjutkan lagi petualangan mengunjungi beberapa tempat wisata di Pulau Bali. Buat yang suka ketenangan di pulau Bali, The Lokha Ubud bisa jadi salah satu pilihan menginap kalian.

 

#Happy Holiday

Kamar The Onsen Hot Spring Resort

Menginap di The Onsen Resort Batu

Entah untuk yang ke berapa kali kami mengunjungi Kota Batu yang memang tidak pernah nge-bosenin buat keluarga kami. Untuk kunjungan kali ini, kami menginap sebuah resort dengan konsep ala-ala Jepang yang cukup menakjubkan bernama The Onsen Hot Spring Resort. Resort ini didesain dengan konsep rumah tradisional Jepang dengan Onsen (Bak mandi air hangat dari sumber mata air alami) dan tentu dengan hiasan bunga Sakura (bunga imitasi sih) di berbagai sudut resort. Menginap 2 malam di resort ini bersama keluarga kecil kami, memberikan sebuah pengalaman yang cukup indah. Kebetulan kami berkunjung di musim hujan di tambah lokasi resort yang ada di ketinggian menambah suasana menginap kami menjadi semakin syahdu.

Beberapa Spot Foto di Onsen Resort

Di resort ini banyak terdapat spot foto menarik ala Jepang dan bahkan ada pula tempat menyewakan Yukata (baju khas jepang) dengan berbagai aksesoris nya apabila kita ingin lebih all out dalam berfoto ria. Main menu di restonya pun juga masakan khas Jepang dan tentu juga ada beberapa masakan Indonesia dan Western available buat yang lidahnya kurang cocok dengan masakan Jepang. Buat teman-teman yang hanya ingin makan dan hunting spot foto ala-ala Jepang juga bisa kok datang ke tempat ini tanpa harus menginap.

 

Suasana Resto nya

Access untuk menuju resort ini cukup mudah.  Letaknya berada di komplek wisata Songgoriti Kota Batu yang cukup terkenal. Resort ini berada di bawah wisata paralayang kota batu. Jika cuaca mendukung, kita bisa melihat banyak pemain paralayang yang terbang di atas resort. Buat yang suka dinginnya suasana pegunungan, tempat ini cocok buat kalian. Karena dingin nya udara sekitar, tidak disediakan air conditioner (AC) di dalam kamar. Karena kami menginap di musim hujan dimana siang hari pun matahari enggan menampakkan dirinya, suhu udara di kamar masih cukup sejuk di siang hari. Mungkin next time perlu untuk dicoba menginap di musim panas untuk merasakan suasana kamar di siang hari (atau buat teman-teman yang pernah menginap di musim panas bisa meninggalkan review nya di comment).

Menu makan yang bisa dinikmati di resto maupun via room service

 

Ada dua type rumah di Onsen Hot Spring Resort. Pertama rumah dengan 2 kamar untuk 4 orang seperti yang kami pilih. Berikutnya rumah dengan 3 kamar ber kapasitas untuk 6 orang. Kedua type rumah tersebut dilengkapi dengan Onsen (tempat berendam air hangat yang berasal dari sumber alami) yang akan tersisi setiap jam 19:00 WIB. Public Onsen juga tersedia buat kita yang datang hanya untuk short visit tidak menginap .

Ini penampakan dalam rumahnya

 

Bentuk kamar resortnya tradisional jepang banget dari bahan kayu. Oleh karena itu jangan heran kalau tidak terlalu kedap suara. Positifnya, dari dalam rumah kita bisa mendengarkan merdunya kicau burung yang bersahutan di luar. Karena kurang kedapnya ruangan ditambah lokasinya di dataran tinggi, kitapun masih mendengar suara knalpot kendaraan yang hilir mudik terutama di malam hari hehehe.

 

Anyway, resort ini sangat kami rekomendasikan buat yang akan berlibur ke Kota Batu bersama keluarga.

 

#Happy Holiday#